Pertemuan 12

Nama : Ivan Bontor B
Mata Kuliah : Sistem Operasi
Dosen Pengampu : Suhendi, S.Kom, M.Kom

SISTEM BERKAS
a. Pengertian
Sistem berkas merupakan mekanisme penyimpanan on-line serta untuk akses, baik data maupun program yang berada dalam Sistem Operasi. Terdapat dua bagian penting dalam sistem berkas, yaitu:
• Kumpulan berkas, sebagai tempat penyimpanan data. 
• Struktur direktori, yang mengatur dan menyediakan informasi mengenai seluruh berkas dalam sistem.

b. Konsep Dasar Sistem Berkas
Informasi dalam berkas ditentukan oleh pembuatnya. Ada banyak beragam jenis informasi yang dapat disimpan dalam berkas. Hal ini disebabkan oleh struktur tertentu yang dimiliki oleh berkas, sesuai dengan jenisnya masing-masing. Contohnya:
• Text file; yaitu urutan karakter yang disusun ke dalam baris-baris.
• Source file; yaitu urutan subroutine dan fungsi, yang nantinya akan dideklarasikan.
• Object file; merupakan urutan byte yang diatur ke dalam blok-blok yang dikenali oleh linker dari sistem.
• Executable file; adalah rangkaian code section yang dapat dibawa loader ke dalam memori dan dieksekusi.

c. Atribut Pada Berkas
Atribut berkas terdiri dari : 
• Nama; merupakan satu-satunya informasi yang tetap dalam bentuk yang bisa dibaca oleh manusia (human-readable form). 
• Type; dibutuhkan untuk sistem yang mendukung beberapa type berbeda. 
• Lokasi; merupakan pointer ke device dan ke lokasi berkas pada device tersebut. 
• Ukuran (size); yaitu ukuran berkas pada saat itu, baik dalam byte, huruf, atau pun blok
• Proteksi; adalah informasi mengenai kontrol akses, misalnya siapa saja yang boleh membaca, menulis, dan mengeksekusi berkas. 
• Waktu, tanggal dan identifikasi pengguna; informasi ini biasanya disimpan untuk:
1. pembuatan berkas,
2. modifikasi terakhir yang dilakukan pada berkas, dan
3. penggunaan terakhir berkas.
Data tersebut dapat berguna untuk proteksi, keamanan, dan monitoring penggunaan dari 
berkas. Informasi tentang seluruh berkas disimpan dalam struktur direktori yang terdapat pada penyimpanan sekunder. Direktori, seperti berkas, harus bersifat non-volatile, sehingga keduanya harus disimpan pada sebuah device dan baru dibawa bagian per bagian ke memori pada saat dibutuhkan.

d. Koperasi Pada Berkas
Berfungsi untuk mendefinisikan berkas secara tepat perlu melihat koperasi yang dapat dilakukan pada berkas tersebut. 
Sistem operasi menyediakan system calls untuk membuat, membaca, menulis, mencari, menghapus, dan lain lain.
Ada 6 hal yang harus dilakukan oleh sistem operasi pada keenam sistem operasi berkas, yaitu :
1. Membuat sebuah berkas
2. Menulis pada sebuah berkas
3. Membaca sebuah berkas
4. Menetapkan kembali sebuah berkas
5. Menghapus sebuah berkas
6. Memendekkan berkas

e. Jenis Berkas
Jenis Berkas
Ekstensi
Fungsi
Executable
exe,bat,bin
Siap menjelangkan program bahasa mesin
Objek
obj,o
Dikompilasi, bahasa mesin, tidak terhubung (link)
Source code
c, cc, java, pas
Kode-kode program dalam berbagai bahasa pemprogram
Text
txt,doc
Data text, dokumen
Librari
Dll, lib, a, so
Pustaka rutin untuk programmer
Archive
zip, tar, arc
Berkas yang berhubungan  di keompokkan ke dalam  suatu berkas ,dikompress untuk pengarsipan
Batch
bat, ah
Memerintahkan ke commad interpreter
Word processor
wp, tex, rtf, doc
Macam macam format dari word processor
Multimedia
mpeg, mov, rm  
Berkas binary yang berisi informasi audio atau A/V
Print/view
Ps, pdf, jpg
Berkas ASCII/ binary dalam format untuk mencetak atau melihat




F. Klasifikasi Data
1. Kelompok data tetap adalah kelompok data yang tidak berubah dalam waktu yang lama. 
2. Kelompok data tidak tetap adalah kelompok data yang mengalami perubahan dalam waktu rutin. 
3. Kelompok Data yang bertambah menurut waktu adalah akumulasi dari kelompok data tetap dan tidak tetap. 

Klasifikasi File
1. Master File
Adalah file yang berisi data yang relatif tetap.
Contoh :
 Organisasi sebuah pabrik :          *  Payroll Master File
                                                         *  Customer Master File
                                                         *  Personnel Master File
                                                         *  Inventory Master FIle
•  Ada 2 jenis Master File :
   1. Reference Master File;
       File yang berisi record yang tak berubah / jarang berubah.
Contoh :
Berkas pelanggan yang berisi field nomor rekening, nama dan alamat.
   2. Dynamic Master File;
        File yang berisi record yang terus menerus berubah dalam kurun waktu tertentu atau berdasarkan suatu peristiwa transaksi.
Contoh :
- Berkas stock barang
- Berkas pemesanan tempat duduk
2. . TRANSACTION FILE
      Adalah file yang berisi record-recod yang akan memperbaharui / meng-update record - record yang ada pada master file. Meng-update dapat berupa : Penambahan record, penghapusan dan perbaikan record.
3. REPORT FILE
    Adalah file yang berisi data yang dibuat untuk laporan / keperluan user. File tersebut dapat dicetak pada kertas printer atau hanya ditampilkan di layar.
4. WORK FILE
    Merupakan file sementara dalam sistem. Suatu work file merupakan alat untuk melewatkan data yang dibuat oleh sebuah program ke program lain. Biasanya file ini dibuat pada waktu proses sortir.
5. PROGRAM FILE
    Adalah file yang berisi instruksi-instruksi untuk memproses data yang akan disimpan pada file lain / pada memori utama. Instruksi tersebut dapat ditulis dalam bahasa tingkat tinggi (COBOL, FORTRAN, BASIC, dan lain-lain), bahasa assembler dan bahasa mesin.
6. TEXT FILE
    Adalah file yang berisi input data alphanumeric dan grafik yang digunakan oleh sebuah text editor program. Text file hanya dapat diproses dengan text editor.
7. DUMP FILE
    Adalah file yang digunakan untuk tujuan pengamanan (security), mencatat tentang kegiatan peng-update-an, sekumpulan transaksi yang telah diproses atau sebuah program yang mengalami kekeliruan.
8. LIBRARY FILE
    Adalah file yang digunakan untuk penyimpanan program aplikasi, program utilitas atau program lainnya.
9. HISTORY FILE
    File ini merupakan tempat akumulasi dari hasil pemrosesan master file dan transaction file. File ini berisikan data yang selalu bertambah, sehingga file ini terus berkembang, sesuai dengan kegiatan yang terjadi.
Gambar di bawah ini menunjukkan system flow diagram dari suatu sistem penggajian sementara untuk menghasilkan paycheck berdasarkan timecard dan payroll information.
 
Tabel dibawah ini menunjukkan klasifikasi file dari sistem flow diagram.
FILE
FUNGSI
Time cards
Sort Program
Sort Work File
Sorted – Time Cards
Payroll Master
Pay Record Update Program
Reject Time Cards
Pay Check Detail
Reconciliation Detail
List Utility Program
Reject Report
Paycheck Writer Program
Pay Checks
Reconciliation Report Writer Program
Reconciliation Report
Transaction
Program
Work
Transaction
Master
Program
Work
Work
Work
Program
Report
Program
Report
Program
Report

Model Akses File
Ada 3 model akses yang mungkin oleh sebuah program terhadap file, yaitu :
1. INPUT FILE;
    Adalah file yang hanya dapat dibaca dengan program.
    Contoh :
    Transaction file merupakan input file untuk meng-update program
     Program file dari source code merupakan input file untuk program compiler
2. OUTPUT FILE;
    Adalah file yang hanya dapat ditulis oleh sebuah program / file yang dibuat
    dengan program.
    Contoh :
    Report file merupakan output dari program yang meng-update master file.
    Program file yang berupa object code merupakan output file dari program
    compiler.
3. INPUT / OUTPUT FILE;
    Adalah file yang dapat dibaca dari dan ditulis ke selama eksekusi program.
    Contoh :
    Master File (Berkas Induk)
    Work File dengan sort program (Berkas Kerja)
Organisasi File
Adalah suatu teknik atau cara yang digunakan menyatakan dan menyimpan record-record dalam sebuah file.
•         Ada 4 teknik dasar organisasi file, yaitu :
         1.   Sequential
         2.   Relative
         3.   Indexed Sequential
         4.   Multi – Key

Secara umum keempat teknik dasar tersebut berbeda dalam cara pengaksesannya, yaitu :
    1.   Direct Access
       Adalah suatu cara pengaksesan record yang langsung, tanpa mengakses seluruh record yang 
       ada.
       Contoh : Magnetic Disk.
    2.  Sequential Access
              Adalah suatu cara pengaksesan record, yang didahului pengaksesan record-record di   
              depannya.
 Contoh : Magnetic Tape
Secara umum dapat disimpulkan :
•          Untuk master file dan program file kita dapat melakukan created, update, retrieval from dan  maintenanced.
•          Untuk work file kita dapat melakukan created, update dan retrieved from tapi tidak dapat kita maintenanced.
•          Untuk report file umumnya tidak di-update, retrieve from atau maintenanced.
•          Untuk transaction file, umumnya hanya dapat di created dan digunakan untuk sekali proses.

Postingan populer dari blog ini

Review Materi Sistem Operasi

Pertemuan 11